Yumary

Article Details

Vol. 5 No. 2 (2024): Desember

Articles

Sosialisasi Makna Komunikasi Slogan T.O.S.S (Temukan, Obati, Sayangi Bayi Stunting) dalam Mengatasi Naiknya Angka Stunting

Z Zikri Fachrul Nurhadi R R. Ismira Febrina M Muhamad Erfan
Abstract
05 Dec 2024

Purpose: The aim of this research is to explain the use of the T.O.S.S slogan from the aspects of motif, experience and meaning, especially for the community in Giriawas Village, Cikajang Garut.

Methodology: The method used in this service activity is an interactive lecture accompanied by group discussion. This activity adopts a structured approach through planning, observation, implementation and evaluation stages, which is designed to achieve the main objective, namely increasing public understanding of stunting prevention through socializing the meaning of the slogan T.O.S.S.

Results: The results of this service show that there is an increase in understanding and knowledge for the participants after carrying out this activity, this is done through pre-test and post-test.

Conclusions: In this service, the motif that was awakened in the community of Giriawas Village, Cikajang Garut, the TOSS communication slogan became a motivation that was easy to remember, able to unite specific convergence steps.  The experience and approach to this program succeeded in building a good perception. The communication meaning of the TOSS slogan for society contains different meanings depending on how someone interprets the TOSS slogan in implementing it.

Limitations: The limitations of this service have not been socialized more widely, only involving a few components in Giriawas Village.

Contribution: This service makes a significant contribution to understanding the meaning of the TOSS slogan, so that it can increase understanding and knowledge of the meaning of this slogan.

Keywords: Communication Slogans Stunting TOSS
How to Cite
Nurhadi, Z. F., Febrina, R. I., & Erfan, M. (2024). Sosialisasi Makna Komunikasi Slogan T.O.S.S (Temukan, Obati, Sayangi Bayi Stunting) dalam Mengatasi Naiknya Angka Stunting. Yumary: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 367–377. https://doi.org/10.35912/yumary.v5i2.3594
References
  1. Apriastini, N. K. T., Adnyani, N. P. T., Selvyani, P. O., & Setiawan, K. H. (2024). Stunting: Faktor Risiko, Diagnosis, Tatalaksana, dan Prognosis. Ganesha Medicina, 4(1), 17-23. doi:https://doi.org/10.23887/gm.v4i1.77137
  2. Aprila, N. R. D., & Fauziyah, N. (2022). Makna Gramatikal pada Slogan Detergen Daia: Kajian Semantik. Prosiding Seminar Nasional LPPM UMMAT, 1, 334-345.
  3. Attamimi, H. a. R., Lestari, Y., & Rinenggantyas, N. M. (2024). Pentingnya Kemampuan Komunikasi dalam Pelayanan Kesehatan. Compromise Journal: Community Proffesional Service Journal, 2(1), 25-29. doi:https://doi.org/10.57213/compromisejournal.v2i1.169
  4. Azizah, N., Nastia, & Sadat, A. (2022). Strategi Dinas Kesehatan dalam Menekan Laju Penderita Stunting di Kabupaten Buton Selatan. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(12), 4145-4152. doi:https://doi.org/10.47492/jip.v2i12.1518
  5. Bima, A. (2019). Analisis Bagaimana Mengatasi Permasalahan Stunting di Indonesia?. Berita Kedokteran Masyarakat, 35(4), 6-10. doi:https://doi.org/10.22146/bkm.45197
  6. Dyahputri, S. Y., & Sekartini, R. (2020). Hubungan Antara Perawakan Pendek dengan Masalah Psikososial pada Anak Usia Sekolah Dasar. Sari Pediatri, 22(3), 146-152. doi:https://doi.org/10.14238/sp22.3.2020.146-52
  7. Effendy, D. S., Bahar, H., Muchtar, F., Lestari, H., & Tosepu, R. (2022). Pendidikan Gizi Seimbang untuk Mencegah Stunting Menggunakan Media Video dan Poster Pada Murid Sekolah Dasar di SDIT Al Wahdah Kendari. Karya Kesehatan Journal of Community Engagement, 3(1), 21-27. doi:https://doi.org/10.46233/k2jce.v3i01.733
  8. Fauziah, J., Trisnawati, K. D., Rini, K. P. S., & Putri, S. U. (2024). Stunting: Penyebab, Gejala, dan Pencegahan. Jurnal Parenting dan Anak, 1(2), 1-11. doi:https://doi.org/10.47134/jpa.v1i2.220
  9. Ghosh, S. K., Sarker, B. K., Saha, S. K., Islam, A., & Shakil, M. (2021). Comparison of Depression and Anxiety Levels Among Students: An Observational Study in Dhaka City. Psychohealth: Scientific Journal of Psychology and Mental Health, 1(1), 49-58. doi:https://doi.org/10.35912/psychohealth.v1i1.1661
  10. Handika, D. O. (2020). Keluarga Peduli Stunting Sebagai Family Empowerment Strategy dalam Penurunan Kasus Stunting di Kabupaten Blora. DINAMISIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(4), 685-692. doi:https://doi.org/10.31849/dinamisia.v4i4.3981
  11. Hermawati, & Sastrawan. (2020). Analisis Implementasi Kebijakan Program Penanggulangan Stunting Terintegrasi di Kabupaten Lombok Utara. Jurnal Kesehatan Qamarul Huda, 8(2), 48-54. doi:https://doi.org/10.37824/jkqh.v8i2.2020.223
  12. Hidaytillah, Y., AR, M. M., Rohmah, A. A., Mahtum, A. R., Badruttamam, B., Mu’in, A. M. i. A., . . . Alifi, W. (2023). Pemberdayaan Masyarakat untuk Pencegahan Stunting dalam Rangka Membangun Masa Depan Masyarakat Unggul. Welfare: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(4), 657-661. doi:https://doi.org/10.30762/welfare.v1i4.969
  13. Kurniawati, N., & Ardiansyah, R. Y. (2022). Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Ibu Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Menu Berbasis Pangan Lokal Untuk Pencegahan Kejadian Stunting. Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan, 1(4), 19-28. doi:https://doi.org/10.56586/pipk.v1i4.237
  14. Labib, M. A., & Indrawati, D. (2021). Bentuk, Fungsi, dan Makna Slogan Pada Kendaraan Angkutan Barang di Surabaya. Jurnal Sapala, 8(2), 194-204.
  15. LPPM. (2015). Permasalahan Anak Pendek (Stunting) dan Intervensi untuk Mencegah Terjadinya Stunting (Suatu Kajian Kepustakaan). Jurnal Kesehatan Komunitas, 2(6), 254-261. doi:https://doi.org/10.25311/keskom.Vol2.Iss6.85
  16. Mariani, F., & Barkah, A. (2024). Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Stunting pada Balita di Puskesmas Setu 1. Malahayati Nursing Journal, 6(3), 1009-1026. doi:https://doi.org/10.33024/mnj.v6i3.11110
  17. Maroe, A. K., Rachmayanti, Palaloi, N. K., & Fitriyah, M. (2023). Analisis Pemahaman Peserta Didik Tingkat SMK/MAN Terhadap Keterampilan Menulis Slogan. REFEREN, 2(2), 175-183. doi:https://doi.org/10.22236/referen.v2i2.11901
  18. Mashar, S. A., Suhartono, & Budiono. (2021). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak: Studi Literatur. Jurnal Serambi Engineering, 6(3), 2076-2084. doi:https://doi.org/10.32672/jse.v6i3.3119
  19. Naja, F. N., Ramadhani, N. F., & Askaffi, T. M. (2022). Penanggulangan Stunting melalui Peningkatan Partisipasi Masyarakat dengan Sosialisasi dan Edukasi Stunting di Desa Sukorejo. Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 16-26. doi:https://doi.org/10.35309/dharma.v2i2.25
  20. Noviaming, S., Takaeb, A. E., & Ndun, H. J. (2022). Persepsi Ibu Balita tentang Stunting di Wilayah Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang. Media Kesehatan Masyarakat, 4(1), 44-54. doi:https://doi.org/10.35508/mkm.v4i1.4114
  21. Nur'afiah, Y., & Hendriana, A. N. (2022). Program “Gebrak Stunting” Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Sukasenang Kecamatan Sindangkasih. Pancanaka, 3(1), 1-13. doi:https://doi.org/10.37269/pancanaka.v3i1.106
  22. Sairah, Nurcahyani, M., & Chandra, A. (2023). Analisis Penyebab Kejadian Stunting pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(3), 3840-3849. doi:https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i3.4717
  23. Siahaan, N. M., Turnip, K. P., Simanjuntak, F. S., & Barus, F. L. (2022). Analisis Makna Leksikal pada Slogan-Slogan di SMP Negeri 35 Medan. Kode: Jurnal Bahasa, 11(2), 1-10. doi:https://doi.org/10.24114/kjb.v11i2.35941
  24. Wee, M. K., Cabantog, J., Magpayo, D. D., Sabido, N. L., Samson, E., & David, P. (2021). Factors Causing Vaccine Hesitancy Among Parents in Bulacan. Studies in Medicine and Public Health, 1(1), 15-29. doi:https://doi.org/10.35912/simph.v1i1.715
  25. Yunairi, D., & Bhattacarya, W. (2020). Implementasi Bahasa Kawi Sebagai Semboyan Institusi di Indonesia. Sphatika: Jurnal Teologi, 11(2), 222-232. doi:https://doi.org/10.25078/sphatika.v11i2.1968
License & Copyright
Contact Us
WhatsApp Instagram Facebook LinkedIn Email