Article Details
Vol. 3 No. 2 (2024): Desember
Tujuan Pemidanaan dalam Penjatuhan Pidana Tambahan Pembayaran Uang Pengganti Tindak Pidana Korupsi
Purpose: This study examines the rationale behind judges’ decisions to impose additional criminal penalties in the form of restitution payments in corruption cases, focusing on the extent to which such penalties align with the objectives of sentencing and restorative justice.
Research methodology: This study employs a normative juridical approach supported by case, statute, and conceptual analyses. Data were collected from relevant court rulings and analyzed descriptively and qualitatively using legal interpretations.
Results: The findings show that while judges tend to apply retributive justice by imposing prison sentences, the enforcement of restitution payments remains inconsistent. Some defendants return all or part of the state losses, while others do not comply.
Conclusions: The imposition of restitution penalties formally supports the objective of recovering state loss. However, the actual implementation reveals gaps that hinder the full realization of restorative justice.
Limitations: The study is limited by incomplete data accessibility and the geographical scope of the case studies, which may not comprehensively represent national practice.
Contribution: This study highlights the need to reformulate corruption sentencing laws to prioritize restitution and offers a restorative justice model to balance punishment with asset recovery.
- Andito, J. Y., Sahari, A., & Erwinsyahbana, T. (2022). Perlindungan Hukum Korban Penyalahgunaan Narkotika Melalui Double Track System. Legalitas: Jurnal Hukum, 14(1), 1-10. Http://dx.doi.org/10.33087/legalitas.v14i1.276
- Atmoko, D., & Syauket, A. (2022). Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Korupsi Ditinjau dari Perspektif Dampak Serta Upaya Pemberantasan. Binamulia Hukum, 11(2), 177-191. Https://doi.org/10.37893/jbh.v11i2.301
- Buamona, S. S. (2022). Penerapan Sanksi Terhadap Pelaku Tindak Pidana Korupsi dalam Perspektif Analisis Ekonomi. Al-Mizan: Jurnal Kajian Hukum dan Ekonomi, 8(2), 155-165. Https://doi.org/10.59115/almizan.v8i02.88
- Djufri, D. (2023). Membangun Tradisi Literasi Anti Korupsi di Kalangan Elite Daerah dalam Perspektif Hukum Tata Negara. Jurnal Ilmiah Hukum Dan Hak Asasi Manusia, 3(1), 35-42. Https://doi.org/10.35912/jihham.v3i1.2307
- Elda, E. (2019). Arah Kebijakan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Indonesia: Kajian Pasca Perubahan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi. Lex Lata, 1(2). Https://doi.org/10.28946/lexl.v1i2.477
- Fardha, K. V. (2023). Perkembangan Teori-Teori Hukum Pidana. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 3(5), 3982-3991.
- Hapsari, S. D. (2024). Kemanfaatan, Keadilan, dan Kepastian Hukum Restorative Justice pada Ketentuan Perpajakan. Scientax: Jurnal Kajian Ilmiah Perpajakan Indonesia, 6(1), 52-66. Https://doi.org/10.52869/st.v6i1.788
- Krisnalita, L. Y. (2019). Diversi pada Tindak Pidana yang Dilakukan oleh Anak. Binamulia Hukum, 8(1), 93-106. Https://doi.org/10.37893/jbh.v8i1.342
- Latifah, M. (2021). Perlukah Mengatur Prinsip Exclusionary Rules of Evidence dalam RUU Hukum Acara Pidana?. Negara Hukum: Membangun Hukum untuk Keadilan dan Kesejahteraan, 12(1), 101-122. Http://dx.doi.org/10.22212/jnh.v12i1.2123
- Lonthor, A., Umar, R., & Ambon, E. I. I. (2022). Penyelesaian Tindak Pidana Anak Melalui Restorative Justice pada Polsek Huamual. Tahkim: Jurnal Hukum dan Syariah, 18(2), 202-216. Https://doi.org/10.33477/thk.v18i2.3987
- Manalu, A. Y., Idham, & Erniyanti. (2023). Analisis Teori Hukum Positif dan Teori Sistem Hukum terhadap Perbuatan Tidak Melaporkan Pelaku Penyalahgunaan Narkotika. Kajian Ilmiah Hukum dan Kenegaraan, 1(2), 79-86. Https://doi.org/10.35912/kihan.v1i2.1913
- Parameshwara, P., & Riza, K. (2023). Tindak Pidana Korupsi dalam Konteks Pertanggungjawaban Pidana Korporasi. Jurnal Studi Multidisiplin Ilmu, 1(1), 25-34. Https://doi.org/10.35912/jasmi.v1i1.1973
- Rahim, A., & Asma, N. (2020). Analisis Substansi Pidana Uang Pengganti dalam Kasus Tindak Pidana Korupsi. Gorontalo Law Review, 3(1), 93-105. Https://doi.org/10.32662/golrev.v3i1.910
- Sahputra, M. (2022). Restorative Justice Sebagai Wujud Hukum Progresif dalam Peraturan Perudang-Undangan di Indonesia. Jurnal Transformasi Administrasi, 12(1), 87-96. Https://doi.org/10.56196/jta.v12i01.205
- Saragih, Y. M., & Ariansyah. (2022). Kebijakan Pedoman Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Korupsi. Jurnal Sosial Ekonomi Dan Humaniora, 8(1), 114-120. Https://doi.org/10.29303/jseh.v8i1.30
- See, B. R. (2024). Tinjauan Yuridis tentang Penetapan Sebagai Saksi Pelaku yang Bekerja Sama (Justice Collaborator) pada Kasus Tindak Pidana Korupsi di Indonesia. Jurnal Hukum Caraka Justitia, 4(1), 70-89. Https://doi.org/10.30588/jhcj.v4i1.1837
- Setiawan, A., & Ma’ruf, U. (2017). Penerapan Unsur Dapat Merugikan Keuangan Negara dalam Tindak Pidana Korupsi. Jurnal Hukum Khaira Ummah, 12(3), 517-526. Http://dx.doi.org/10.30659/jhku.v13i2.1882
- Simamora, Y. Q. H., Kalo, S., Ekaputra, M. E. M., & Mulyadi, M. (2022). Analisis Pertimbangan Hakim dalam Menjatuhkan Putusan Tindak Pidana Korupsi Nomor 30/PID. SUS-TPK/2016/PN. MDN dan Putusan Nomor 31/PID. SUS-TPK/2016/PN. MDN. Warta Dharmawangsa, 16(3), 383-397. Https://doi.org/10.46576/wdw.v16i3.2233
- Siregar, R. J., Simamora, S. F., Gultom, M. H., & Situmorang, S. (2024). Pendekatan Restoratif dalam Sistem Pemidanaan di Indonesia. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(4), 6895-6904. Https://doi.org/10.31004/cdj.v5i4.31199
- Suhariyanto, B. (2016). Restoratif Justice dalam Pemidanaan Korporasi Pelaku Korupsi Demi Optimalisasi Pengembalian Kerugian Negara. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 5(3), 421-438. Https://dx.doi.org/10.33331/rechtsvinding.v5i3.153
- Supriatna, A., Niasa, L., & Basoddin, B. (2022). Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Pengeroyokan (Suatu Studi pada Polisi Daerah Sulawesi Tenggara Polda Sultra). Sultra Law Review, 4(1), 1975-1991.
- Tomakati, A. A. (2023). Konsepsi Teori Hukum Pidana dalam Perkembangan Ilmu Hukum. Jurnal Hukum Pidana Dan Kriminologi, 4(1), 49-56. Https://doi.org/10.51370/jhpk.v4i1.99
- Wahyudi, A. (2020). Eksistensi Peradilan Khusus Penyelesaian Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia. Jurnal Kompilasi Hukum, 5(2), 323-336. Https://doi.org/10.29303/jkh.v5i2.58
- Wahyuni, F. (2017). Hukuman Kebiri Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pemerkosaan Anak dan Kaitannya dengan Hak Asasi Manusia. Jurnal Hukum dan Peradilan, 6(2), 279-296. Https://doi.org/10.25216/jhp.6.2.2017.279-296
- Warsito, D. S. D. (2018). Sistem Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penyalahguna Narkotika. Jurnal Daulat Hukum, 1(1), 31-42. Http://dx.doi.org/10.30659/jdh.v1i1.2562
- Wijaya, M. M. (2020). Sosialisasi Penanaman Mindset Pendidikan Anti Korupsi pada Anak Usia Dini Berdasarkan Peraturan Walikota Bogor No. 28 Tahun 2019 Tentang Penyelengaraan Pendidikan Anti Korupsi. PALAR (Pakuan Law review), 6(2), 123-146. Https://doi.org/10.33751/palar.v6i2.2340

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.