JIHHAM

Article Details

Vol. 6 No. 1 (2026): Juli

Articles

Analysis of Migrant Smuggling as a Transnational Organized Crime

D Dioz Thimoteus Togatorop
Abstract

Purpose: This study aims to analyze migrant smuggling as an organized transnational crime and examine law enforcement practices in Indonesia and their implications for the protection of migrants' human rights.

Methodology: This study uses a normative legal research method with a statutory, conceptual, and comparative approach. Data were obtained through a literature review of national and international laws and regulations, legal doctrines, and literature related to migrant smuggling.

Results: The findings indicate that migrant smuggling is a transnational organized crime involving cross-border networks. Law enforcement in Indonesia tends to focus on immigration and repressive aspects, often positioning smuggled migrants as lawbreakers rather than victims of crime.

Conclusions: A law enforcement approach that is not oriented toward human rights protection has the potential to neglect migrants’ rights to liberty, personal security, and legal protection. Harmonization of criminal law and immigration policies with human rights principles and more effective international cooperation are needed.

Limitations: This study is limited to normative legal analysis and does not include empirical data from field-based law enforcement practices. As a result, the findings reflect doctrinal and conceptual interpretations rather than practical implementation. The absence of empirical evidence limits a full understanding of how migrant smuggling laws are enforced in practice, thus requiring further socio-legal research.

Contributions: This study contributes a conceptual framework for developing human rights-based legal policies in migrant smuggling cases, emphasizing the protection of migrants as victims of transnational organized crime.

Keywords: Human Rights Law Enforcement Migrant Smuggling Transnational Organized Crime
How to Cite
Togatorop, D. T. (2026). Analysis of Migrant Smuggling as a Transnational Organized Crime. Jurnal Ilmiah Hukum Dan Hak Asasi Manusia, 6(1), 41–48. https://doi.org/10.35912/jihham.v6i1.5990
References
  1. Arindrayani, A. P., & Anabarja, S. (2024). Kejahatan Terorganisir Transnasional: Penyelundupan Manusia Dalam Jaringan Snakeheads Cina. Intermestic: Journal of International Studies, 8(2), 449-473. doi:https://doi.org/10.24198/intermestic.v8n2.3
  2. Armilia, I., & Ilmih, A. A. (2024). Perlindungan Hak Asasi Manusia dan Penegakan Hukum Terhadap Penyelundupan Orang Lintas Negara. Media Hukum Indonesia (MHI), 2(3), 593-598. doi:https://doi.org/10.5281/zenodo.12736671
  3. Bustomi, Y. (2023). Politik Hukum Putusan MK No. 46/PUU-VIII/2010 sebagai Upaya Pembangunan Hukum Nasional. Jurnal Ilmiah Hukum dan Hak Asasi Manusia, 3(1), 9-20. doi:https://doi.org/10.35912/jihham.v3i1.1795
  4. Dhiba, H. F., & Sabinadevi, S. (2021). Regulasi Hukum Terhadap Keterlibatan Korban Tindak Pidana Penyelundupan Manusia. Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi, 4(2), 265-279. doi:https://doi.org/10.24090/volksgeist.v4i2.5628
  5. Eddyono, S. (2021). Perempuan pekerja migran non-reguler: konflik hukum dalam pengaturan perdagangan orang dan penyelundupan orang. Jurnal Hukum & Pembangunan, 51(4), 1045-1073. doi:https://doi.org/10.21143/jhp.vol51.no4.3301
  6. Gultom, R. E., Syahrin, M. A., & Bakhtiar, M. (2025). Konsekuensi Hukum bagi Pelaku Penyelundupan Manusia dalam Konteks Hukum Keimigrasian. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(4), 3282-3289. doi:https://doi.org/10.61104/alz.v3i4.1810
  7. Harahap, J. Z., & Kholil, S. (2024). Evaluasi Kritis Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam Penanggulangan Ketimpangan Sosial. Jurnal Studi Ilmu Sosial dan Politik, 4(1), 1-15. doi:https://doi.org/10.35912/jasispol.v4i1.3677
  8. Hartati, A. S. (2013). Criminalization of the Smuggling of Migrants in Accordance with the United Nations Convention against Transnational Organized Crime and Protocol against the Smuggling of Migrants by Land, Sea and Air. Indonesian Journal of International Law, 11(1), 19-48. doi:https://doi.org/10.17304/ijil.vol11.1.265
  9. Hsb, M. O. (2023). Hak Memperoleh Keadilan dalam Hak Asasi Manusia (HAM). Datin Law Jurnal, 4(2), 91-102. doi:https://doi.org/10.36355/dlj.v4i2.1201
  10. Intan, D. M., Harmain, I., & Kaloko, I. F. (2025). Ambiguitas status hukum pekerja migran ilegal sebagai pelanggaran hukum atau korban eksploitasi. The Juris, 9(1), 161-173. doi:https://doi.org/10.56301/juris.v9i1.1577
  11. Junef, M. (2020). Kajian Praktik Penyelundupan Manusia di Indonesia. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 20(1), 85-102. doi:http://dx.doi.org/10.30641/dejure.2020.V20.85-102
  12. Lilipaly, N. F., Tuhulele, P., & Daties, D. R. A. (2023). Pertanggungjawaban Pelaku Penyelundupan Migran Lintas Negara Ditinjau Dari Hukum Internasional. TATOHI: Jurnal Ilmu Hukum, 3(7), 651–663. doi:https://doi.org/10.47268/tatohi.v3i7.1850
  13. Naseh, M., Ikhwanuddin, I., Ramadhani, F., Kusprabandaru, A., & Bathara, B. (2019). Karakteristik Pelaku Kejahatan Transnasional Terorganisasi Di Indonesia Dan Eropa. Jurnal Hubungan Internasional, 8(1), 48-60. doi:https://doi.org/10.18196/hi.81144
  14. Natamiharja, R., Panjaitan, O. D. A., & Setiawan, I. (2025). Arbitrase Internasional: Evaluasi Efektivitasnya sebagai Mekanisme Penyelesaian Sengketa Alternatif. Jurnal Ilmiah Hukum dan Hak Asasi Manusia, 4(2), 83-89. doi:http://doi.org/10.35912/jihham.v4i2.3297
  15. Nuriani, L., Suryadi, S., & Budiyanti, E. R. (2023). Tinjauan Hukum Perjanjian Penitipan Barang yang Dilakukan melalui Anak Buah Kapal: Studi Kasus di Pelabuhan Punggur Kota Batam. Kajian Ilmiah Hukum dan Kenegaraan, 2(2), 103-114. doi:https://doi.org/10.35912/kihan.v2i2.2416
  16. Riza, K., & Lubis, I. H. (2025). Criminal Law Analysis of the Modus Operandi of Illegal Cigarette Smuggling: a Case Study in Batam City. Kajian Ilmiah Hukum dan Kenegaraan, 4(2), 85-97. doi:https://doi.org/10.35912/kihan.v4i2.4996
  17. Romadhani, A. F., Hamdi, A. H., & Kurniawan, A. (2024). Migrasi manusia dan penyelundupan manusia sebagai ancaman keamanan nasional di Indonesia: Perspektif Kriminologi. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(2), 1886-1896. doi:https://doi.org/10.54371/jiip.v7i2.3333
  18. Sagala, E. (2018). Hak Anak Ditinjau Dari Hukum Dan Hak Asasi Manusia. Jurnal Ilmiah Advokasi, 6(1), 16-23. doi:https://doi.org/10.36987/jiad.v6i1.259
  19. Saputra, D. R., Harahap, I., & Triana, Y. (2024). Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penyeludupan Manusia Dari Dan Luar Indonesia. Collegium Studiosum Journal, 7(2), 588-599. doi:https://doi.org/10.56301/csj.v7i2.1448
  20. Saragih, Y. M., Sani, A. Z., & Abu, R. (2021). Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Penyelundupan Manusia Ke Indonesia. Jurnal Usm Law Review, 4(1), 161-174. doi:https://doi.org/10.26623/julr.v4i1.3311
  21. Sari, A. M., & Dompak, T. (2025). Penegakan hukum hak asasi manusia di Indonesia. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 3(1), 23-37. doi:https://doi.org/10.53935/jim.v3.i1.23
  22. Siahaan, J. (2025). Perlindungan Hukum Terhadap Investor Asing Dalam Pengurusan Perizinan Penanaman Modal Melalui Sistem Online Single Submission (Oss) Pasca Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023. Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 13(1), 61-70. doi:https://doi.org/10.6679/g8tee170
  23. Silvia, E. M. (2020). Upaya Penanggulangan Kasus Perdagangan dan Penyelundupan Manusia Sebagai Kejahatan Transnasional Terorganisir. Inicio Legis, 1(1), 1-17. doi:https://doi.org/10.21107/il.v1i1.8821
  24. Sirait, Y. H., & Narwastuty, D. (2022). Dari Pelaku ke Korban Penyelundupan Pekerja Migran Sukarela: Pilihan Hukum Internasional atau Hukum Indonesia. Legitimasi: Jurnal Hukum Pidana Dan Politik Hukum, 11(1), 16-28. doi:https://doi.org/10.22373/legitimasi.v11i1.13722
  25. Sulaeman, M., & Wasesa, M. (2023). Frequency Migration Challenges and Strategic Decisions-Making in Broadband Wireless Access Networks. Jurnal Bisnis dan Pemasaran Digital, 3(1), 77-90. doi:https://doi.org/10.35912/jbpd.v3i1.4502
  26. Trajer, J. (2025). Protecting trafficked migrants under European law: Equality of treatment versus minimum standards. International Journal of Discrimination and the Law, 25(2), 203-227. doi:https://doi.org/10.1111/jols.70068
  27. Tsabita, N. M., Laurencia, C., & Febriansyah, M. V. (2023). Perlindungan Hukum Korban Human Trafficking sebagai Kejahatan Terorganisir dalam Kerangka Hukum Transnasional. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(18), 519-526. doi:https://doi.org/10.5281/zenodo.8317837
  28. Waruwu, Y. (2024). Penjatuhan Hukuman Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penyeludupan Manusia Di Bawah Ancaman Batas Minimum. Jurnal Panah Hukum, 3(2), 11-29. doi:https://doi.org/10.57094/jph.v3i2.1353
  29. Xie, M., & Baumer, E. P. (2021). Immigrant status, citizenship, and victimization risk in the United States: New findings from the National Crime Victimization Survey (NCVS). Criminology, 59(4), 610-644. doi:https://doi.org/10.1111/1745-9125.12278
  30. Yelly, N., Syahrul, M., & Azahra, A. (2025). Perlindungan Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Hukum Internasional dan Nasional. Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(3), 403-407. doi:https://doi.org/10.63822/bzafxr98
License & Copyright