Upaya Penanggulangan Tindak Pidana Pertambangan Ilegal di Wilayah Hukum Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung

Published: Jan 9, 2026

Abstract:

Purpose: This study examines the efforts to combat illegal mining activities in the jurisdiction of Tulang Bawang Regency, Lampung Province, by analyzing both penal and non-penal approaches as well as the effectiveness of law enforcement through the lens of legal substance, legal structure, and legal culture.

Methodology: Using a normative juridical approach, this research relies on primary and secondary legal materials. Primary data were obtained from interviews with key informants and relevant case observations, while secondary data were collected from legislation, books on penal policy, scientific journals, and previous studies related to criminal law enforcement in the mining sector.

Results: The findings reveal that the penal approach, as regulated in Law No. 3 of 2020 on Mineral and Coal Mining and the Law on Environmental Protection and Management, provides a strong legal basis to impose criminal sanctions on illegal mining actors. However, law enforcement remains constrained by overlapping regulations, complex licensing procedures, limited resources of law enforcement agencies, and low public legal awareness. Non-penal measures such as community education, simplification of mining permits, economic empowerment programs, and local participation are crucial to addressing the socio-economic roots of illegal mining.

Limitations: This study is confined to examining legal developments by comparing the Corruption Eradication Law with the provisions in the New Criminal Code.

Contribution: This study contributes to the discourse on criminal law policy by highlighting the need for a balanced combination of penal and non-penal strategies to protect natural resources and achieve sustainable development. The findings can serve as a reference for local governments, law enforcement agencies, and policymakers in formulating more effective measures to eradicate illegal mining in Tulang Bawang and similar regions in Indonesia.

Keywords:
1. Criminal Law Enforcement
2. Illegal Mining
3. Legal System
4. Penal Policy
5. Tulang Bawang
Authors:
1 . Refi Meidiantama
2 . Fristia Berdian Tamza
3 . Mamanda Syahputra Ginting
How to Cite
Meidiantama, R. ., Tamza, F. B., & Ginting, M. S. (2026). Upaya Penanggulangan Tindak Pidana Pertambangan Ilegal di Wilayah Hukum Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung. Jurnal Ilmiah Hukum Dan Hak Asasi Manusia, 5(2), 95–104. https://doi.org/10.35912/jihham.v5i2.5601

Downloads

Download data is not yet available.
Issue & Section
References

    Adhari, A. (2017). Kebijakan Kriminal Dalam Mencegah dan Menanggulangi Tindak Pidana Penambangan Tanpa Izin di Indonesia. Bina Hukum Lingkungan, 2(1), 108-125. doi:https://doi.org/10.24970/jbhl.v2n1.10

    Aida, M., & Setiawan, I. (2021). The Implementation of Polluter Pays Principle in Indonesia Land Policy Regulation. Jurnal Ilmiah Hukum dan Hak Asasi manusia (jihham), 1(1). doi:https://doi.org/10.35912/jihham.v1i1.415

    Akib, M. (2014). Pergeseran paradigma penegakan hukum lingkungan: dari mekanistik-reduksionis ke holistik-ekologi. Masalah-Masalah Hukum, 43(1), 125-131. doi:https://doi.org/10.14710/mmh.43.1.2014.125-131

    Ananta, A. E. (2024). Penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana penambangan pasir secara illegal. Savana: Indonesian Journal of Natural Resources and Environmental Law, 1(01), 53-62. doi:https://doi.org/10.25134/savana.v1i01.35

    Andriawan, F., & Muhammad Akib, A. (2021). Pengendalian Kerusakan Lingkungan Akibat Aktivitas Pertambangan di Kecamatan Pasir Sakti (Environmental Damage Control Due to Mining Activities in Pasir Sakti District). Jurnal Ilmiah Hukum dan Hak Asasi manusia (jihham), 1(1), 1-10. doi:https://doi.org/10.35912/jihham.v1i1.414

    Ansori, L. (2017). Reformasi penegakan hukum perspektif hukum progresif. Jurnal yuridis, 4(2), 148-163. doi:https://doi.org/10.35586/.v4i2.244

    Badaru, B., Razak, A., Umam, W. S., & TL, A. D. (2023). Efektivitas Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Penambangan Pasir Tanpa Izin (Studi Pada Kepolisian Resor Pangkep). AL-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 5(2), 1427-1448. doi:https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i2.3654

    Bakri, W., Laupe, S., & Salam, A. M. I. (2023). Pertambangan kawasan karts dan kondisi sosial masyarakat. SOSIOLOGIA: Jurnal Agama dan Masyarakat, 3(1), 139-150.

    Cahyanto, I., Natsir, L. F., & Hidayat, T. (2025). Designing A Stakeholder Engagement Model In Educational Policy Decision-Making: A Critical Literature Review. Edum Journal, 8(1), 153-168. doi:https://doi.org/10.31943/edumjournal.v8i1.327

    Edla, Z., Shafira, M., Farid, M., Maulani, D., Ginting, M., & Meidiantama, R. (2025). Upaya Non Penal Penanggulangan Pembakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Lampung. Jurnal Ilmiah Hukum dan Hak Asasi Manusia, 4(2), 103-114. doi:https://doi.org/10.35912/jihham.v4i2.4537

    Hadju, N. N. (2025). Penegakan Hukum Lingkungan dalam Pengelolaan Pertambangan. Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(1), 594-598. doi:https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i1.1024

    Herman, H., Haris, O. K., Hidayat, S., Handrawan, H., Heryanti, H., & Masulili, M. F. (2022). Penegakan hukum terhadap tindak pidana penambangan mineral di kawasan hutan tanpa izin. Halu Oleo Legal Research, 4(2), 261-275.

    Hutagalung, N. M., Maroni, M., Shafira, M., Maulani, D. G., & Farid, M. (2025). Penegakan Hukum terhadap Praktik Destructive Fishing pada Perairan Lampung. Jurnal Ilmiah Hukum dan Hak Asasi Manusia, 4(2), 115-126. doi:https://doi.org/10.35912/jihham.v4i2.4261

    Irham, F., Fauzan, R. G., & Pramasha, R. R. (2024). Peran Sumber Daya Alam dalam Mendorong Perekonomian Nasional. Jurnal Media Akademik (JMA), 2(11). doi:https://doi.org/10.62281/v2i11.969

    Ismanto, D., Alavi, I. N., & Lubis, F. (2024). Kebijakan Hukum Pidana/Penal Policy. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(4), 16351-16361. doi:https://doi.org/10.31004/innovative.v4i4.15096

    Johar, O. A. (2021). Realitas permasalahan penegakan hukum lingkungan di Indonesia. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(1), 54-65. doi:https://doi.org/10.31258/jil.15.1.p.54-65

    Kenedi, J. (2017). Buku Kebijakan Hukum Pidana (Penal Policy) Dalam Sistem Penegakan Hukum Di Indonesia: Pustaka Pelajar.

    Kesuma, D. A. (2023). Penguatan Gugatan Citizen Lawsuit/Action Popularis sebagai Upaya Perlindungan Hak Konstitusional atas Jaminan Penegakan Hak-Hak Konstitusional Warga Negara terhadap Perbuatan Melawan Hukum oleh Negara. Jurnal Ilmiah Hukum dan Hak Asasi Manusia, 3(1), 43-52. doi:10.35912/jihham.v3i1.2312

    Mana, M. A. S., Hasan, Y. A., & Rusli, M. (2023). Tinjauan Hukum Terhadap Tindak Pidana Penambangan Pasir Ilegal Di Desa Bila Riase Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidrap. Clavia, 21(2), 371-381. doi:https://doi.org/10.56326/clavia.v21i2.2263

    Maramis, R. A. (2013). Tanggung Jawab Pemulihan Lingkungan Dalam Kegiatan Investasi Pertambangan. Universitas Hasanuddin.

    Muflihani, A. R., Romdhon, M. M., & Novanda, R. R. (2024). Analisis Indikator Dan Strategi Pengembangan Sustainable Development Goals (Sdgs)(Studi Kasus Sentra Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Kabupaten Bengkulu Utara). Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 16(1), 1-25. doi:https://doi.org/10.15578/jkpi.16.1.2024.1-25

    Napitupulu, J. (2023). Tambang Pasir Laut Tulang Bawang Disetop KKP. Retrieved from https://kirka.co/tambang-pasir-laut-tulang-bawang-disetop-kkp/

    Prasetyo, M. H., Baderan, D. W. K., & Hamidu, M. S. (2025). Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Eksploitasi Sumber Daya Mineral dari Kegiatan Pertambangan. Hidroponik: Jurnal Ilmu Pertanian Dan Teknologi Dalam Ilmu Tanaman, 2(2), 01-11. doi:https://doi.org/10.62951/hidroponik.v2i2.328

    Rosalia, A., & Hidayat, M. F. (2024). Tinjauan Hukum Pidana terhadap Ekspor Pasir Ilegal. Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara, 2(4), 335-346. doi:https://doi.org/10.55606/eksekusi.v2i4.1564

    Sudarmin, S. I. A. (2016). Supervision of mining community, encouraging governments to provide convenience for the mining community and change the mindset of people to carry out mining environment concept (good mining practice).

    Wibowo, T., Kristhy, M. E., & Noor, S. (2024). Efektifitas Penegakan Hukum Terhadap Pertambangan Emas Tanpa Izin (Peti) Di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Gunung Mas. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 10(2), 128-139. doi:https://doi.org/10.23887/jkh.v10i2.85440

  1. Adhari, A. (2017). Kebijakan Kriminal Dalam Mencegah dan Menanggulangi Tindak Pidana Penambangan Tanpa Izin di Indonesia. Bina Hukum Lingkungan, 2(1), 108-125. doi:https://doi.org/10.24970/jbhl.v2n1.10
  2. Aida, M., & Setiawan, I. (2021). The Implementation of Polluter Pays Principle in Indonesia Land Policy Regulation. Jurnal Ilmiah Hukum dan Hak Asasi manusia (jihham), 1(1). doi:https://doi.org/10.35912/jihham.v1i1.415
  3. Akib, M. (2014). Pergeseran paradigma penegakan hukum lingkungan: dari mekanistik-reduksionis ke holistik-ekologi. Masalah-Masalah Hukum, 43(1), 125-131. doi:https://doi.org/10.14710/mmh.43.1.2014.125-131
  4. Ananta, A. E. (2024). Penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana penambangan pasir secara illegal. Savana: Indonesian Journal of Natural Resources and Environmental Law, 1(01), 53-62. doi:https://doi.org/10.25134/savana.v1i01.35
  5. Andriawan, F., & Muhammad Akib, A. (2021). Pengendalian Kerusakan Lingkungan Akibat Aktivitas Pertambangan di Kecamatan Pasir Sakti (Environmental Damage Control Due to Mining Activities in Pasir Sakti District). Jurnal Ilmiah Hukum dan Hak Asasi manusia (jihham), 1(1), 1-10. doi:https://doi.org/10.35912/jihham.v1i1.414
  6. Ansori, L. (2017). Reformasi penegakan hukum perspektif hukum progresif. Jurnal yuridis, 4(2), 148-163. doi:https://doi.org/10.35586/.v4i2.244
  7. Badaru, B., Razak, A., Umam, W. S., & TL, A. D. (2023). Efektivitas Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Penambangan Pasir Tanpa Izin (Studi Pada Kepolisian Resor Pangkep). AL-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 5(2), 1427-1448. doi:https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i2.3654
  8. Bakri, W., Laupe, S., & Salam, A. M. I. (2023). Pertambangan kawasan karts dan kondisi sosial masyarakat. SOSIOLOGIA: Jurnal Agama dan Masyarakat, 3(1), 139-150.
  9. Cahyanto, I., Natsir, L. F., & Hidayat, T. (2025). Designing A Stakeholder Engagement Model In Educational Policy Decision-Making: A Critical Literature Review. Edum Journal, 8(1), 153-168. doi:https://doi.org/10.31943/edumjournal.v8i1.327
  10. Edla, Z., Shafira, M., Farid, M., Maulani, D., Ginting, M., & Meidiantama, R. (2025). Upaya Non Penal Penanggulangan Pembakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Lampung. Jurnal Ilmiah Hukum dan Hak Asasi Manusia, 4(2), 103-114. doi:https://doi.org/10.35912/jihham.v4i2.4537
  11. Hadju, N. N. (2025). Penegakan Hukum Lingkungan dalam Pengelolaan Pertambangan. Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(1), 594-598. doi:https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i1.1024
  12. Herman, H., Haris, O. K., Hidayat, S., Handrawan, H., Heryanti, H., & Masulili, M. F. (2022). Penegakan hukum terhadap tindak pidana penambangan mineral di kawasan hutan tanpa izin. Halu Oleo Legal Research, 4(2), 261-275.
  13. Hutagalung, N. M., Maroni, M., Shafira, M., Maulani, D. G., & Farid, M. (2025). Penegakan Hukum terhadap Praktik Destructive Fishing pada Perairan Lampung. Jurnal Ilmiah Hukum dan Hak Asasi Manusia, 4(2), 115-126. doi:https://doi.org/10.35912/jihham.v4i2.4261
  14. Irham, F., Fauzan, R. G., & Pramasha, R. R. (2024). Peran Sumber Daya Alam dalam Mendorong Perekonomian Nasional. Jurnal Media Akademik (JMA), 2(11). doi:https://doi.org/10.62281/v2i11.969
  15. Ismanto, D., Alavi, I. N., & Lubis, F. (2024). Kebijakan Hukum Pidana/Penal Policy. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(4), 16351-16361. doi:https://doi.org/10.31004/innovative.v4i4.15096
  16. Johar, O. A. (2021). Realitas permasalahan penegakan hukum lingkungan di Indonesia. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(1), 54-65. doi:https://doi.org/10.31258/jil.15.1.p.54-65
  17. Kenedi, J. (2017). Buku Kebijakan Hukum Pidana (Penal Policy) Dalam Sistem Penegakan Hukum Di Indonesia: Pustaka Pelajar.
  18. Kesuma, D. A. (2023). Penguatan Gugatan Citizen Lawsuit/Action Popularis sebagai Upaya Perlindungan Hak Konstitusional atas Jaminan Penegakan Hak-Hak Konstitusional Warga Negara terhadap Perbuatan Melawan Hukum oleh Negara. Jurnal Ilmiah Hukum dan Hak Asasi Manusia, 3(1), 43-52. doi:10.35912/jihham.v3i1.2312
  19. Mana, M. A. S., Hasan, Y. A., & Rusli, M. (2023). Tinjauan Hukum Terhadap Tindak Pidana Penambangan Pasir Ilegal Di Desa Bila Riase Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidrap. Clavia, 21(2), 371-381. doi:https://doi.org/10.56326/clavia.v21i2.2263
  20. Maramis, R. A. (2013). Tanggung Jawab Pemulihan Lingkungan Dalam Kegiatan Investasi Pertambangan. Universitas Hasanuddin.
  21. Muflihani, A. R., Romdhon, M. M., & Novanda, R. R. (2024). Analisis Indikator Dan Strategi Pengembangan Sustainable Development Goals (Sdgs)(Studi Kasus Sentra Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Kabupaten Bengkulu Utara). Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 16(1), 1-25. doi:https://doi.org/10.15578/jkpi.16.1.2024.1-25
  22. Napitupulu, J. (2023). Tambang Pasir Laut Tulang Bawang Disetop KKP. Retrieved from https://kirka.co/tambang-pasir-laut-tulang-bawang-disetop-kkp/
  23. Prasetyo, M. H., Baderan, D. W. K., & Hamidu, M. S. (2025). Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Eksploitasi Sumber Daya Mineral dari Kegiatan Pertambangan. Hidroponik: Jurnal Ilmu Pertanian Dan Teknologi Dalam Ilmu Tanaman, 2(2), 01-11. doi:https://doi.org/10.62951/hidroponik.v2i2.328
  24. Rosalia, A., & Hidayat, M. F. (2024). Tinjauan Hukum Pidana terhadap Ekspor Pasir Ilegal. Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara, 2(4), 335-346. doi:https://doi.org/10.55606/eksekusi.v2i4.1564
  25. Sudarmin, S. I. A. (2016). Supervision of mining community, encouraging governments to provide convenience for the mining community and change the mindset of people to carry out mining environment concept (good mining practice).
  26. Wibowo, T., Kristhy, M. E., & Noor, S. (2024). Efektifitas Penegakan Hukum Terhadap Pertambangan Emas Tanpa Izin (Peti) Di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Gunung Mas. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 10(2), 128-139. doi:https://doi.org/10.23887/jkh.v10i2.85440