JIHHAM

Article Details

Vol. 6 No. 1 (2026): Juli

Articles

Constitutional Guarantees for the Independence of the Indonesian Pers: A Constitutional Law Perspective

T Turnya Turnya S Susanto Susanto
Abstract

Purpose: This study aims to analyze the constitutional guarantees for press independence in Indonesia from a constitutional law perspective, with particular urgency given the growing tension between press freedom and digital regulation in the post-reform era.

Research Methodology: This study uses a normative legal approach with qualitative document analysis. Primary legal materials were obtained from the Constitutional Court website and Cabinet Secretariat archives. Secondary materials included scholarly books and journal articles. The analysis followed a five-step framework using grammatical, systematic, historical, and teleological interpretation methods.

Results: Indonesia possesses a formally robust constitutional framework for press independence through Article 28F of the 1945 Constitution and Law Number 40 of 1999, which abolished the SIUPP licensing and prohibited censorship. The Constitutional Court upheld these protections in several rulings. However, significant implementation gaps persist, including the criminalization of journalists under the Electronic Information and Transactions (ITE) Law, government intervention, and inconsistent judicial enforcement.

Conclusions: Constitutional guarantees for press independence in Indonesia are formally strong but are practically incomplete. Achieving full protection requires improved judicial enforcement and updated doctrinal interpretations that explicitly address digital journalism challenges, an area where current constitutional discourse remains underdeveloped.

Limitations: This study relies on normative legal analysis without empirical data and covers court decisions only through 2014.

Contributions: This study contributes to constitutional law by examining Indonesia’s press freedom framework and identifying implementation gaps, particularly regarding digital journalism regulation under the ITE Law. Its novelty lies in bridging constitutional press protection with emerging digital challenges.

Keywords: Constitutional guarantees Constitutional law Indonesian constitution Pers freedom
How to Cite
Turnya, T., & Susanto , S. . (2026). Constitutional Guarantees for the Independence of the Indonesian Pers: A Constitutional Law Perspective. Jurnal Ilmiah Hukum Dan Hak Asasi Manusia, 6(1), 205–218. https://doi.org/10.35912/jihham.v6i1.6561
References
  1. Aisyah, S., Muflihah, I., Khoirunnisa, A. N., & Septian, F. (2025). Peran hukum dalam menjamin kebebasan pers: Tinjauan terhadap UU ITE dan ancaman bagi demokrasi di Indonesia. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 366-377. doi:https://doi.org/10.23969/jp.v10i02.24144
  2. Andreas, R., Haryono, D., & Ghafur, A. (2015). Tinjauan yuridis kebebasan pers ssebelum dan setelah era reformasi berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jom Fakultas Hukum, 2(1), 1-15.
  3. Arvitto, R. S. (2025). Implikasi hukum deepfake: Telaah terhadap UU ITE dan UU PDP. Jurnal Ilmiah Hukum dan Hak Asasi Manusia, 4(2), 73-82. doi:https://doi.org/10.35912/jihham.v4i2.3937
  4. Asshiddiqie, J. (2023). Building a constitutional awareness culture to create a democratic law state. PETITA: Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Syariah, 8(1), 1-11. doi:https://doi.org/10.22373/petita.v8i1.128
  5. Astuti, S. A. (2014). The law enforcement of journalism profession in the context of press freedom: Penegakan hukum profesi jurnalistik dalam rangka kebebasan pers. Rechtsidee, 1(2), 175-190. doi:https://doi.org/10.21070/jihr.v1i2.97
  6. Butt, S., & Lindsey, T. (2018). Indonesian Law. Oxford: Oxford University Press.
  7. Fuqoha, F., Firdausi, I. A., & Sanjaya, A. E. (2019). Perlindungan hukum terhadap intervensi pemberitaan dalam kerangka kemerdekaan pers nasional. Ajudikasi: Jurnal Ilmu Hukum, 3(1), 75-92. doi:https://doi.org/10.30656/ajudikasi.v3i1.1436
  8. Gautama, I. D. G. A. M., & Purwanto, I. W. N. (2020). Pengaturan pembatasan kebebasan pers dalam penyebaran informasi di Indonesia. Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum, 8(10). doi:https://doi.org/10.24843/ks.2020.v08.i10.p12
  9. Halik, A. (2020). Atmosfer kebebasan pers (antara hukum, etika, dan profesionalisme wartawan). Jurnal Jurnalisa, 6(1), 140-159. doi:https://doi.org/10.24252/jurnalisa.v6i1.13667
  10. Haqqullah, M. W., & Safira, U. (2025). Analisis Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 terhadap independensi kebebasan pers pada kasus jurnalis tempo. As-Shahifah: Journal of Constitutional Law and Governance, 5(1), 17-37. doi:https://doi.org/10.19105/asshahifah.v5i1.19454
  11. Harahap, M. S. (2013). Tinjauan hukum peran pers guna menegakkan hak asasi manusia di Indonesia. Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara, 4(1), 26-36. doi:https://doi.org/10.35968/jh.v4i1.85
  12. Hasibuan, M., & Sari, Y. W. (2025). Perlindungan hukum profesi jurnalis yang di duga melakukan pencemaran nama baik ditinjau dalam Pasal 27 Huruf (a) UU No. 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Journal of Law and Security Studies, 2(2), 204-217. doi:https://doi.org/10.31599/jlss.v2i2.4884
  13. Hijriani, H., Azis, S., & Yusuf, M. (2022). Perlindungan hukum terhadap wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistik. Sultra Research of Law, 4(2), 76-61. doi:https://doi.org/10.54297/surel.v4i2.57
  14. Hijriani, H., & Nur, M. N. A. (2024). Kebebasan pers, tanggung jawab dan etika jurnalistik dalam lingkungan media online yang kompetitif. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 6(2), 301-314. doi:https://doi.org/10.14710/jphi.v6i2.301-314
  15. Lubis, T. H., & Koto, I. (2020). Diskursus kebenaran berita berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. De Lega Lata: Jurnal Ilmu Hukum, 5(2), 231-250. doi:https://doi.org/10.30596/dll.v5i2.4169
  16. Marzuki, M. (2017). Penelitian Hukum: Edisi Revisi. Jakarta: Prenada Media Group.
  17. Nikodemus, J. F., Latupeirissa, J. E., & Ubwarin, E. (2024). Perlindungan hukum terhadap kebebasan pers (wartawan) dalam melakukan kegiatan jurnalistik. TATOHI: Jurnal Ilmu Hukum, 4(7), 568–579. doi:https://doi.org/10.47268/tatohi.v4i7.2465
  18. Pemayun, C. T. D., & Dewi, P. E. T. (2025). Keabsahan tanda tangan digital dalam transaksi bisnis. Jurnal Ilmiah Hukum dan Hak Asasi Manusia, 4(2), 91-101. doi:https://doi.org/10.35912/jihham.v4i2.3798
  19. Pratama, M. I. W. (2025). Aspek pemidanaan korporasi berdasarkan KUHP 2023 dan Perma Nomor 13 Tahun 2016. Jurnal Ilmiah Hukum dan Hak Asasi Manusia, 5(1), 67-80. doi:https://doi.org/10.35912/jihham.v5i1.4148
  20. Putra, T. K. (2025). Perlindungan hukum terhadap jurnalis dalam mewujudkan independensi pers di Indonesia. Journal Presumption of Law, 7(1), 48-58. doi:https://doi.org/10.31949/jpl.v7i1.12567
  21. Ramadhani, A. N., Shafira, M., Dewi, E., Jatmiko, G., & Warganegara, D. (2024). Implementasi perluasan makna asas legalitas berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) nasional. Jurnal Ilmiah Hukum dan Hak Asasi Manusia, 3(2), 65-74. doi:https://doi.org/10.35912/jihham.v3i2.2529
  22. Richiyanti, S. (2021). Perlindungan hukum terhadap jurnalis korban tindak pidana menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. KODIFIKASI, 3(2), 37-45.
  23. Rohman, A. (2020). Implementasi perlindungan hukum jurnalis dalam menjalankan profesinya berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Aktualita: Jurnal Ilmu Hukum, 3(1), 58-80. doi:https://doi.org/10.29313/aktualita.v0i0.5957
  24. Saleh, F., & Sukarno, B. (2021). Kekerasan terhadap jurnalis oleh oknum aparat kepolisian saat meliput aksi demonstrasi di Jakarta tahun 2019-2020. Populika, 9(2), 35-59. doi:https://doi.org/10.37631/populika.v9i2.379
  25. Sara, R., Lineker, T., Daton, F. S., & Batubara, M. I. Z. (2025). Pembaharuan hukum perlindungan jurnalistik dalam rangka kebebasan pers berdasarkan nilai keadilan. Jurnal Retentum, 5(2), 487-498.
  26. Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Research methods for business: A skill building approach: John Wiley & Sons.
  27. Setiyono, B., & McLeod, R. H. (2010). Civil society organisations' contribution to the anti-corruption movement in Indonesia. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 46(3), 347-370. doi:https://doi.org/10.1080/00074918.2010.522504
  28. Shodikin, M. (2023). Kedudukan hukum terhadap lembaga pers mahasiswa ditinjau dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Jurnal Hasil Penelitian, 8(1), 2579-7980. doi:https://doi.org/10.30996/jhp17.v8i1.7448
  29. Sibagariang, I., Rahmatiar, Y., & Abas, M. (2023). Pertanggungjawaban kode etik pers terhadap penyimpangan pada profesi jurnalis berdasarkan Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Justitia Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora, 6(2), 389-401. doi:https://doi.org/10.31604/justitia.v6i2.389-401
  30. Sihombing, T. (2020). Kebebasan dan tanggung jawab pers ditinjau dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Lex Et Societatis, 8(2), 141-149. doi:https://doi.org/10.35796/les.v8i2.28499
  31. Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  32. Syafriadi, S. (2018). Hukum Pers dalam Ketatanegaraan Indonesia. Yogyakarta: Suluh Media.
  33. Tapsell, R. (2017). Media Power in Indonesia: Oligarchs, Citizens and the Digital Revolution. London: Rowman & Littlefield International.
  34. Wahidin, S. (2000). Perlindungan hukum terhadap masyarakat akibat pemberitaan pers. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 7(13), 130-137. doi:https://doi.org/10.20885/iustum.vol7.iss13.art10
  35. Wijayanti, R., Shafira, M., Farid, M., Agustiniati, D., & Mediantama, R. (2026). Efforts to address sexual violence against girls with disabilities. Jurnal Ilmiah Hukum Dan Hak Asasi Manusia, 5(2), 47-59. doi:https://doi.org/10.35912/jihham.v5i2.5187
  36. Winarna, A., Prasetyo, T., & Sutrisno, S. (2025). Implementasi bantuan militer kepada pemerintah daerah menurut UU Nomor 7 Tahun 2012. Jurnal Ilmiah Hukum Dan Hak Asasi Manusia, 5(1), 9-19. doi:https://doi.org/10.35912/jihham.v5i1.4569
  37. Wiryanthi, N. P. E. M., & Gultom, E. R. (2022). Tanggung jawab perusahaan pers terhadap jurnalisnya atas kebebasan pers di Indonesia. UNES Law Review, 5(2), 452-461. doi:https://doi.org/10.31933/unesrev.v5i2.331
  38. Yanto, R., & Priskap, R. (2023). Fungsi Dewan Pers dalam melindungi kemerdekaan pers. Limbago: Journal of Constitutional Law, 3(1), 86-99. doi:https://doi.org/10.22437/limbago.v3i1.19122
  39. Zainal, R., Gandhi, W., Fuadi, A., & Anggreni, D. (2026). Perlindungan hukum pidana terhadap wartawan dari ancaman kriminalisasi dalam menjalankan tugas jurnalistik di Lubuklinggau. QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 4(1), 63-71. doi:https://doi.org/10.61104/jq.v4i1.4664
License & Copyright