JIHHAM

Article Details

Vol. 5 No. 2 (2026): Januari

Articles

Freedom of Expression on Social Media from Human Rights and ITE Law Perspectives

D Dian Ayu Rahmadani N Nurazizi Nafisha
Abstract
22 Jan 2026

Purpose: This research is intended to examine the freedom to express oneself as one of the fundamental human rights guaranteed by the 1945 Indonesian Constitution and to examine its application in the use of social media from the perspective of the Electronic Information and Transactions Law (ITE Law).

Research Methodology: This study uses a qualitative approach with a literature review method by analyzing relevant academic sources, including journals, books, and statutory regulations.

Results: Findings indicate that social media has expanded the public space for expressing opinions, ideas, and criticism as part of democratic life. However, the implementation of the ITE Law, particularly provisions regarding defamation and hate speech, often gives rise to multiple interpretations, leading to legal issues and potentially hampering freedom of expression on digital platforms.

Conclusions: Freedom of expression on social media requires a balance between protecting individual rights and maintaining public peace. Therefore, clearer legal guidelines are needed to prevent multiple interpretations in the application of the Information and Communication Technology Law (ITE Law).

Limitations: This study is limited to a literature review and does not involve empirical data, so it may not fully reflect real conditions.

Contributions: This study contributes to legal scholarship by providing insights into the relationship between human rights and digital regulation and may serve as a reference for academics, policymakers, and the public.

Keywords: Freedom of Expression Hate Speech Human Rights Legal Limitations Social Media
How to Cite
Rahmadani, D. A. ., & Nafisha, N. (2026). Freedom of Expression on Social Media from Human Rights and ITE Law Perspectives. Jurnal Ilmiah Hukum Dan Hak Asasi Manusia, 5(2), 105–113. https://doi.org/10.35912/jihham.v5i2.6538
References
  1. Antonio, A., & Adhari, A. (2024). Menilai implementasi undang undang ite dalam menegakkan kepastian hukum terhadap kasus pencemaran nama baik. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 6(4), 1079-1087. doi:https://doi.org/10.38035/rrj.v6i4.979
  2. Ariany, L., & Perdana, S. P. (2024). Batasan kebebasan berpendapat di indonesia perspektif hak asasi manusia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 5(12). doi:https://doi.org/10.56370/jhlg.v5i12.988
  3. Butt, S., & Lindsey, T. (2023). The legislatures of Indonesia Routledge handbook of Asian parliaments (pp. 202-220): Routledge.
  4. De Angelis, G. (2021). Habermas, democracy and the public sphere: Theory and practice. European Journal of Social Theory, 24(4), 437-447. doi:https://doi.org/10.1177/13684310211038753
  5. Dewi, V. D. P. (2024). Kebebasan berpendapat dan pelanggaran hak asasi manusia di media sosial. Legal Studies Journal, 4(1), 82-92. doi:https://doi.org/10.33650/lsj.v4i1.10861
  6. Elliot, M., & Holt, K. (2020). Freedom of expression and the online abyss. Media and Communication, 8(4), 107-109. doi:https://doi.org/10.17645/mac.v8i4.3693
  7. Farida, E. (2022). Kewajiban negara Indonesia terhadap pemenuhan hak kebebasan berpendapat dan berekspresi. Qistie, 14(2), 39-52. doi:https://doi.org/10.31942/jqi.v14i2.5590
  8. Febrianasari, S. A. (2022). Kebebasan berpendapat dalam perspektif kedaulatan rakyat. Sovereignty, 1(2), 238-246. doi:https://doi.org/10.13057/souvereignty.v1i2.223
  9. halimah, l., & hidayah, y. (2024). Problematika hukum dalam kebebasan berpendapat pada bidang politik: perspektif pendidikan kewarganegaraan dan keterlibatan masyarakat terhadap penerapan undang-undang informasi dan transaksi elektronik (uu ite) di indonesia. litigasi, 25(2), 254-268. doi:https://doi.org/10.23969/litigasi.v25i2.18489
  10. Herawati, D. M. (2016). Penyebaran hoax dan hate speech sebagai representasi kebebasan berpendapat. Promedia, 2(2), 138-155. doi:https://doi.org/10.52447/promedia.v2i2.793
  11. Hoffmann, M., Liu, J., Neumayer, C., & Trenz, H.-J. (2024). Social media and political contention-challenges and opportunities for comparative research. Journal of Information Technology & Politics, 21(3), 209-217. doi:https://doi.org/10.1080/19331681.2024.2356435
  12. Hutagaol, H. D., & Harahap, I. (2024). Penyelesaian hukum terhadap pelaku tindak pidana ujaran kebencian dari perspektif undang-undang ite, undang-undang ham, dan undang-undang kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum. Collegium Studiosum Journal, 7(2), 635-647. doi:https://doi.org/10.56301/csj.v7i2.1434
  13. Indonesia, R. (1999). Undang-Undang Republik Indonesia nomor 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia: Pusat Penerbitan PNRI.
  14. Indriasari, D. T. (2023). Kebebasan berekspresi dalam tekanan regulasi: Studi terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Masyarakat Indonesia, 49(2), 243-256. doi:https://doi.org/10.14203/jmi.v49i2.1373
  15. Irfan Pratama, M., Rahman, A., & Bachmid, F. (2022). Kebebasan berpendapat dan berekspresi di media sosial dalam perspektif hak asasi manusia. Qawanin Jurnal Ilmu Hukum, 3(1), 1-16. doi:https://doi.org/10.56087/qawaninjih.v3i1.406
  16. Kusuma, E. (2023). Kebebasan berpendapat dan kaitannya dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Sanskara Hukum dan HAM, 1(03), 97-101. doi:https://doi.org/10.58812/shh.v1i03.63
  17. Kusumo, V. K., Junia, I. L. R., Prianto, Y., & Ruchimat, T. (2021). Pengaruh UU ITE terhadap kebebasan berekspresi di media sosial. Prosiding Senapenmas, 1069-1078. doi:https://doi.org/10.24912/psenapenmas.v0i0.15141
  18. Mardiana Afni, R., Stince, S., & Leidy, W. P. (2026). Makna kebebasan berpendapat lewat media sosial dalam perspektif UU nomor 1 tahun 2024 tentang informasi dan transaksi elektronik. Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 5(2), 13-22. doi:https://doi.org/10.55606/inovasi.v5i2.5638
  19. Marwandianto, M., & Nasution, H. A. (2020). Hak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi dalam koridor penerapan pasal 310 dan 311 KUHP. Jurnal Ham, 11(1), 1-25. doi:https://doi.org/10.30641/ham.2020.11.1-25
  20. Mawaza, J. F., & Khalil, A. (2020). Masalah sosial dan kebijakan publik di Indonesia (Studi kasus UU ITE No. 19 Tahun 2016). Journal of Governance Innovation, 2(1), 22-31. doi:https://doi.org/10.36636/jogiv.v2i1.386
  21. Nikmah, P. F. (2023). Perlindungan Kebebasan Berpendapat Dalam Media Sosial dalam Perspektif Ham. jurnal hukum, politik dan ilmu sosial, 2(4), 123-130. doi:https://doi.org/10.55606/jhpis.v2i4.2627
  22. Nugroho, A. A., Hermawati, M., Sandiah, R. S., Aryaputri, A. S., Feby, A., & Siregar, T. R. K. (2024). Implementasi Undang-Undang ITE dalam menjamin kebebasan berpendapat di dunia maya. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 1(11). doi:https://doi.org/10.5281/zenodo.11508390
  23. Nurfitriani, I., Maulana, I., & Muhaimin, R. (2024). Media sosial dan perkembangan demokrasi di indonesia: sebuah eksplorasi bibliometrik. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 26(1). doi:https://doi.org/10.55981.2024.14021
  24. Pradana, S. A., Sudirman, R., & Alvian, M. A. (2022). Kemelitan penegakan hukum terhadap hak kebebasan berpendapat. Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum, 20(1), 156-168. doi:https://doi.org/10.63288/jlc.v2i1.17
  25. Pratiwi, N., & Pritanova, N. (2017). Peran literasi digital terhadap minat bersastra pengguna media sosial. Jurnal. Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta. doi:https://doi.org/10.21831/jpk.v6i1.16959
  26. Rahmawati, N., Muslichatun, M., & Marizal, M. (2021). Kebebasan berpendapat terhadap pemerintah melalui media sosial dalam perspektif UU ITE. Widya Pranata Hukum: Jurnal Kajian dan Penelitian Hukum, 3(1), 62-75. doi:https://doi.org/10.37631/widyapranata.v3i1.270
  27. Samuel, S. L., Kotan, Y. S., & Hernimus, R. U. (2024). Kebebasan berpendapat dalam media sosial di Indonesia. BIROKRASI ??????????: Politeknik Pratama Purwokerto, 2(4), 134-144. doi:https://doi.org/10.55606/birokrasi.v2i4.1559
  28. Setiawan, A. P., & Riwanto, A. (2020). Analisis terhadap pembubaran organisasi kemasyarakatan dalam perspektif hak asasi manusia. Res Publica: Jurnal Hukum Kebijakan Publik, 4(3), 273-288. doi:https://doi.org/10.20961/respublica.v4i3.58428
  29. Setiawan, T., & Halim, H. A. (2024). Penguatan digital literacy terkait informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) untuk Pelajar di Desa Hegarmanah, Kabupaten Sumedang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(5), 1707-1716. doi:https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i5.1093
  30. Susanto, M. I. (2019). Kedudukan hukum people power dan relevansinya dengan hak kebebasan berpendapat di Indonesia. Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi, 2(2), 225-237. doi:https://doi.org/10.24090/volksgeist.v2i2.2844
  31. Wahyuni, R., & Desiandri, Y. S. (2024). Hak Asasi Manusia (HAM) pada kebebasan berpendapat/bereksperesi dalam negara demokrasi di Indonesia. Doktrina: Journal of Law, 7(1), 48-58. doi:https://doi.org/10.55338/saintek.v5i3.2422
  32. Yamin, M., & Oktapani, S. (2024). Peran konstitusi dalam melindungi hak asasi manusia terhadap penerapan Undang-Undang ITE di era demokrasi. Collegium Studiosum Journal, 7(1), 178-192. doi:https://doi.org/10.56301/csj.v7i1.1314
License & Copyright